Tuesday, May 17, 2011

Uniknya Mata Kuliah di Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi, dari namanya saja sudah bikin keder. Tempat orang berguru untuk ilmu yang tinggi-tinggi gitu (kira-kira chiii...). Kalau ilmu yang remeh-remeh tidak diajari di sana. Namanya lucu juga ya? Terkesan cukup arogan (dikit)
Setelah aku tanya-tanya pada temen-temen yang sudah SMA dan kuliahan, aku menjadi teringat perjalanan aku sejak dulu masa Taman Kanak-kanak , melanjutkan ke SD sampai sekarang sudah hampir lulus SMP.
Masa Taman kanak-kanak aku diajari menyanyi, menggambar, cara menulis dan membaca tentang apa saja.Pelajarannya masih umum banget.
Setelah masuk SD pelajaran terbagi-bagi, menjadi: Matematika, IPA, IPS, dll. Begitu masuk SMP mata pelajaran makin terbagi-bagi lagi. Pelajaran IPA dibagi menjadi biologi dan Fisika/Kimia. IPS dibagi menjadi Geografi, Ekonomi, Sejarah dll.
Semakin tinggi tingkat pendidikan  maka semakin jelas dan terspesialisasi  mata pelajaran yang didalami.
Kabarnya ketika  masuk SMA mata pelajaran makin khusus, ada penjurusan IPA, IPS dan  Bahasa.
Bagi siswa yang jurusan IPA tidak dipelajari Sosiologi, ekonomi, dan mata pelajaran IPS lainnya, begitu juga sebaliknya, yang ambil jurusan IPS tidak dipelajari Fisika, biologi dan ilmu-ilmu IPA lainnya. Di sini makin jelas tentang ilmu apa yang didalami siswa.
Keunikan muncul ketika masuk Perguruan Tinggi, menjadi anak kuliahan. Seharusnya pelajaran yang didalami anak kuliahan semakin khusus sehingga bisa semakin mendalam. Tapi kenyataannya tidaklah demikian. Beberapa teman kuliahan yang aku tanya masih dipelajari pelajaran di luar bidangnya,  misalnya mahasiswa yg menempuh jurusan sejarah, tapi di dalamnya masih sibuk dengan pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan lain-lain yang sangat jauh kaitannya dengan sejarah itu sendiri. Ini bagaimana sih?
Seharusnya (menurutku ini ya) apabila sudah jurusan sejarah maka tidak perlu lagi diajari pelajaran yang di luar sejarah, sehingga  bisa benar-benar mendalam. Pembagian mata pelajaran terencana dengan baik hanya dari TK sampai SMA saja. Di bangku kuliahan justru tidak terkhususkan.
Heran deh!
Jelas saja anak kuliahan yang ambil jurusan Ekonomi, misalnya, tidak begitu mendalam ilmu ekonominya karena masih dibebani mata pelajaran di luar ekonomi. Begitu juga yang ambil jurusan lainnya. Tidak ada ilmu tertentu yang mendalam. kondisi perkuliahan masih sama saja dengan kondisi di SMA. Sedikit perbedaannya karena mahasiswa sudah pernah lulus dari SMA, itu saja. Spesialisasi pelajaran? masih belum jelas. Tentu akan menjadi sangat berbahaya apabila mahasiswa jurusan kedokteran tidak begitu mendalami ilmu tentang penyakit, bisa berabe jadinya. Oleh karena terlalu sibuk dengan pelajaran ekonomi, misalnya.
Apabila mahsiswa hanya dibebani mata pelajaran sesuai jurusannya saja, maka akan sangat memahami ilmunya. Sebagai misal, ketika aku waktu liburan dibebani mata pelajaran filsafat sama papa, walaupun awalnya sangat sulit memahami akan tetapi karena sehari-hari hanya mendalami 1 mata pelajaran itu saja maka aku sedikit-sedikit bisa paham. Coba kalau masih harus belajar banyak mata pelajaran, tentu sangat kesulitan atau juga tidak akan ngerti-ngerti.
Menurutku nie, anak kuliahan itu seharusnya hanya mendalami 1 ilmu saja sesuai jurusannya. Bukan mendalami berbagai ilmu, sehingga ada kejelasan tentang apa keahliannya.
Sorry ya kalau tulisanku ini salah, maklum aku belum pernah jadi anak kuliahan. Aku hanya siswa SMP. ini hanya hasil tanya-tanya sama temen-temen, dan sempat melihat mata kuliah seorang mahasiswa Perguruan Tinggi cukup beken.
(Sok Tahu banget dot com)

3 comments:

  1. hahaha saya juga enggak bisa komen.. maklum ora pernah kuliah.. wah masih SMP bener? hebat deh udah bisa ngeblog dengan konsisten.. salut

    ReplyDelete
  2. tgl 4 juni q dah resmi lulusan SMP (klo lu2s). stelah tu dah SMA (ntar lg klo dah daftar). TP maux lgsg daftar UNEJ biar cpt pinter (mimpi kaleee) hihihihiii

    ReplyDelete
  3. baxk tuh ank smp yg rajin ngeblog, cb mz klik di blog tmn q: http://sastrakaryaindri.blogspot.com

    ReplyDelete